ADU99BLOG.WORDPRESS.COM Usiaku sudah hampir mencapai kepala tiga, ya… sekitar 2 tahunan lagi lah.

Adik Ipar

Adik Ipar Yang Memiliki Tubuh Seksi Menggoda

Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya.

Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah ibunya supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah.

Di rumah itu kami tinggal 6 orang, unik nya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek.

Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri.

Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut.

Adik Ipar

Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan akan stok kebutuhan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Pagi sekitar pukul 8 wib, baru aku terbangun dari tidur.

Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati.

Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu.

seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya.

Oh… ternyata dia bersama tantenya Liza yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana.

Liza mengganti celana anakku, “Kemana mamanya, Za…?” tanyaku.

“Lagi ke pasar Bang”jawabnya “Emang gak diberi tau, ya?”timpalnya lagi.

Aku melihat Liza pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia melihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku.

“Kenapa kamu” tanyaku heran “Anu bang…”sambil melihat kembali ke bawah.

“Oh… maaf ya, Za” terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil.

Hmmm… tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana.

AGEN BANDARQ ONLINE

MejakuQQ

Anehnya, Liza hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir “Abis tempur ya, Bang. Mau dong…”katanya tanpa ragu “Haaa…” Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu.

Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku.

Dua hari setelah mengingat pernyataan Liza kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu.

Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul.

Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya.

Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang.

Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film bokep Maria Ozawa.

Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya.

Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almarhum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah.

Hanya aku dan Liza di rumah.

Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan saluran air aku berpapasan dengan Liza yang baru selesai mandi.

Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya.

Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.

Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.

“Siapa?” tanyaku “Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.

“Oh iya, ada apa, Za…?” tanyaku lagi

“Bang, lampu di kamar aku mati tuh”

“Cepatan dong!!”

MejakuQQ

“Oo… iya, bentar ya” balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Liza.

Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.

“Za, kamu pegangin nih kursi ya?” perintahku “OK, bang” balasnya.

“Kok kamu belum pake baju?” tanyaku heran.

“Abisnya agak gelap, bang”

“ooo…!?”

Iklan